Tangguhnya Seorang Old Crack Milan
London – Paolo Maldini akan genap berusia 40 tahun pada 26 Juni mendatang. Tapi bukan berarti kemampuannya berkurang. Menghadapi Young Guns Arsenal, Maldini masih tangguh sehingga menuai pujian.
Laga antara Arsenal kontra Milan di Stadion Emirates, Kamis (21/2/2008) dinihari WIB, cukup kontras jika dilihat dari segi usia. Kalau The Gunners berbekal darah-darah muda, Rossoneri justru banyak diperkuat pemain yang sudah di atas kepala tiga.
Dari kubu Milan, Maldini yang sudah berusia 39 tahun bisa jadi simbol tersebut. Namun meski usianya sudah tak lagi muda, penampilan bek yang kini memainkan partai ke 1001 buat timnya itu tak bisa dipandang sebelah mata. Pertandingan yang berakhir imbang tanpa gol bisa jadi gambarannya.
Memang, hasil itu bukan semata-mata faktor Maldini. Namun di tangan Il Capitano Milan itulah tongkat komando pertahanan dipegang demi membendung serangan Emmanuel Eboue (24 tahun), Cesc Fabregas (20), Mathieu Flamini (23), Emmanuel Adebayor (24) –yang amat tajam di Premiership– dan pemain muda Arsenal lainnya.
Signifikansi Maldini kian terasa setelah lini belakang Milan kehilangan bek tangguh Alessandro Nesta lima menit memasuki babak kedua. Tetapi walau tanpa Nesta, tim tamu masih mampu membendung serangan lawan di bawah kepimpinan Maldini.
Maka layak rasanya jika Carlo Ancelotti memberikan kredit khusus buat kaptennya tersebut. “Maldini tampil sangat bagus di kiri dan terutama di tengah, di mana dia lebih nyaman dan menyapu banyak peluang berbahaya (lawan),” tegas Don Carletto seperti dilansir Channel 4.
Belum ada komentar.
Tinggalkan Balasan
-
Terkini
-
Tautan
-
Arsip
- Maret 2008 (1)
- Februari 2008 (2)
-
Kategori
-
RSS
RSS Entri
Komentar RSS